Kamis, 26 April 2012

NOUN CLAUSES


NOUN CLAUSES

Noun clause adalah clause yang difungsikan sebagai noun. Noun clause dalam kalimat pada umumnya digunakan sebagai subject dan object kalimat.
A. Noun Clauses diawali dengan Question words
Dalam How to Address Questions sudah dibahas tentang penggunaan kata tanya baik dalam membuat information questions maupun dalam membuat embedded questions.  Embedded questions tersebut adalah noun clause. Dalam section ini diberikan contoh tambahan untuk merefresh memori anda.
1. Single question words.
  1. Where she is now is still unknown.
  2. When they arrive is still uncertain.
  3. I know what you did last summer and I still know what you did last summer are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt.
Perhatikan: dalam kalimat ini, noun clause what you did last summer menjadi object dari I know dan I still know, dan setelah digabung dengan: are two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt, menjadi subject majemuk dari kalimat.
Noun clause dapat ditempatkan diawal kalimat (sebagai subject) atau sebagai object. Jika anda ingin merubah posisi noun clause dari subject kalimat menjadi object kalimat, biasanya dibutuhkan pronoun it atau sedikit modifikasi kata. Contoh di atas menjadi:
  1. It is still unknown where she is now.
  2. Do you know when they arrive?
  3. Two Hollywood movies starred by Jennifer Love Hewitt are I know what you did last summer and I still know what you did last summer. Karena merupakan judul movies, noun clause what you did last summer tidak perlu diputar posisinya.
Note:
a) Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. when, whenever, where) juga dapat berfungsi sebagai adverbial clause.
  1. I was reading a book when the phone rang.
  2. I went to where I and my ex girlfriend had been last weekend.
  3. I suddenly get nausea whenever I see his face. (nausea = mual/mau muntah).
b). Clause yang diawali oleh question words tertentu (i.e. who, whom, whose + noun) juga dapat berfungsi sebagai adjective clause. Dalam hal ini, kata tanya tersebut sebenarnya adalah relative pronoun. Well, jangan terlalu dipusingkan dengan istilah. Yang penting anda mengerti pola/struktur kalimatnya. Tapi, jika anda penasaran, silakan baca topic adjective clauses.
  1. I think you whom Mr. Dodi was looking for. (Saya kira kamu (orang) yang pak Dodi sedang cari-cari tadi).
  2. Mr. Dodi, who is a teacher, was looking for you at school.
  3. Rommy, whose book was stolen last week, just bought another new book yesterday.
2. Question words + ever/soever
Kecuali how, diakhir question words dapat ditambahkan ever atau soever menjadi whenever = whensoever, whatever= whatsoever, dan seterusnya. Arti ever atau soever di sini sama, yaitu saja/pun, tinggal dikombinasikan dengan kata tanya di depannya. Sedangkan, how+ever menjadi however (i.e. adverb atau juga disebut kata transisi yang berarti namun/walapun demikian) tidak termasuk dalam katagori ini.
  1. We will accept whatever you want us to do. (Kami akan menerima/melakukan apa saja yang kamu ingin kami lakukan).
  2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (melt = meluluhkan). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo.
  3. She has agreed to wherever the man would bring her. (Dia telah setuju kemanapun pria itu membawanya pergi). Note: in speaking (informal), preposition (dalam hal ini to, etc.) biasanya diletakkan di ujung kalimat. She has agreed wherever the man would bring her to.
3. Question words + nouns
Question words + nouns yang sering digunakan antara lain: what time (jam berapa), what day (hari apa), what time (jam berapa), what kind (jenis apa), what type (tipe apa), whose + nouns (i.e. whose car, whose book, ect.), dan seterusnya.
  1. I can’t remember what day we will take the exam.
  2. As long as I am faithful, she doesn’t care what type of family I come from. (faithful = setia).
  3. Do you know what time it is?
  4. I don’t know whose car is parked in front of my house.
4. Question words + adjectives
Question words + adjectives yang sering digunakan antara lain: how long (berapa panjang/lama), how far (berapa jauh), how old (berapa tua/umur), ect.
  1. Man! She still looks young. Do you know how old she actually is?
  2. I am lost. Could you tell me how far it is from here to the post office?
  3. What a jerk. He didn’t even ask how long I had been waiting for him.
5. Question words + determiners.
Question words + determiners yang sering digunakan adalah: how many (berapa banyak) dan  how much (berapa banyak). Remember: how many diikuti oleh plural nouns, sedangkan how much diikuti oleh uncountable nouns.
  1. Is there any correlation between how good he or she is in English and how many books he or she has?
  2. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice.
6. Question words + adverbs.
Question words + adverbs yang sering digunakan adalah: how often (berapa sering), how many times (berapa kali) ect.
  1. No matter how often I practice, my English still sucks. (Tidak memandang berapa kali saya latihan, bahasa Inggris saya masih jelek). Suck (informal verb) = jelek/tidak baik; arti suck yang lain: mengisap.
  2. I don’t want my parents to know how many times I have left school early. (leave school early = bolos).
7. Question words + infinitives.
Jika question words langsung diikuti oleh infinitives, invinitives tersebut mengandung makna should atau can/could. Perhatikan bahwa subject setelah question words dihilangkan.
  1. She didn’t know what to do = She didn’t know what she should do. (Dia tidak tahu apa yang seharusnya dia lakukan).
  2. Please tell me how to get the train station from here = Please tell me how I can get the train station from here.
  3. We haven’t decided when to go to the beach = We haven’t decided when we should go to the beach.
  4. Marry told us where to find her = Marry told us where we could find her.

B. Noun clauses diawali dengan whether/if
Whether bisa diikuti oleh OR/NOT bisa juga tidak; makna kalimat biasanya sama walaupun OR/NOT tidak disebutkan (ini tergantung konteks kalimat). Untuk penggunaan if, selain telah dibahas di topic conjunctions, juga telah dibahas di topic conditionals. Note: whether pelafalannya sama dengan weather (cuaca), tulisannya juga mirip. Be careful, jangan sampai tertukar.
  1. I am not sure whether she is coming or not = I am not sure whether or not she is coming = I am not sure whether she is coming. (Saya tidak yakin apakah dia akan datang atau tidak).
  2. We can’t decide whether we should go out or stay home. = We can’t decide whether to go or (to) stay home. Perhatikan, infinitives juga dapat digunakan setelah whether.
  3. I am not sure whether I should take economics or law after I graduate from high school. (Saya tidak yakin apakah saya harus ngambil Ekonomi atau Hukum setelah lulus SMA nanti).
  4. If you take economics, I will take economics. On the other hand, if you take law, I will take law too.


C. Noun clauses diawali dengan that/the fact that
Di sini that berarti bahwa, sedangkan the fact that berarti fakta bahwa. Sedangkan, that dalam adjective clauses berarti yang.
  1. That she has had a PhD degree at the age of 20 surprises a lot of people = It surprises a lot of people that she has had a PhD degree at the age of 20.
  2. It is the fact that the world is round = the fact that the world is round is well known.
  3. It was obvious that she was very sick = The fact that she was very sick was obvious.
  4. It seems that it is going to rain soon.
Sekarang coba anda latihan buat kalimat dengan menggunakan:
  1. It is + (true, too bad, unfortunate, strange, impossible, unlikely, a well known fact, my belief, etc) + (that/the fact that) + S +V.
  2. It + stative + (that/the fact that) + S +V. Kata-kata yang termasuk stative verbs dapat dilihat pada topik simple present tense.
EXAMPLE :

1.      A child milks a dancow.

Answer : Children milks a dancow.

2.      There is five car in my house.

Answer : There are five cars in my house.

3.      There is three brother in my family.

Answer : There are three brother in my family.

4.      Is there a guitar in the house?

Answer : Are there guitar in the house?

5.      Is there two book in my bag?

Answer : Are there two book in my bag?

6.      There is  mosque in front of my house?

Answer : There are mosques in front of my house?

7.      Child plays in the garden.

Answer : Children plays in the garden.

8.      Is there a picture in the house?

Answer : Are there pictures in the house?

9.      What she get makes  his family pround.

Answer : What she gets makes his family proud.

10.  A rabbit is  an animal.

Answer : Rabbits are animals.               






REFERENSI :
http://wantosakti.wordpress.com/category/ug-softskill/

CONJUCTION


CONJUNCTION


Conjunction atau kata penghubung merupakan salah satu macam kata yang menghubungkan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau  klausa) secara bersama-sama.
Dalam bahasa Indonesia ‘conjunction’ disebut juga sebagai kata penghubung, perangkai, ataupun kata sambung.

Coordinating conjunctions, juga dipanggil ‘coordinators’, merupakan kata penghubung yang menghubungkan dua atau lebih kata, klausa, ataupun kalimat, yang mempunyai bentuk sintaksis (aturan dalam hal pembuatan kalimat) yang sama. Contoh-contoh kata penghubung coordinating yaitu: for, and, because, but, or, yet, dan so.

Arti dan contoh dalam kalimat:
a.      For yang berarti untuk.
 Contoh: Imamsyah Al-Hadi always keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark.
Kata for lebih umum digunakan sebagai preposition / kata depan yang bermakana untuk.
Contoh : A chew is used for cutting wood.
b.      And yang berarti dan.
Contoh: My sister lives in South Sulawesi, and my brother lives in North Sulawesi.
Perhatikan:
·      Muh. Rifqi enjoys lerning English, and he enjoys playing football.
·      Muh. Rifqi enjoys learning English and playing football.
(S + V) + koma ( S + V)
c.       Because yang berarti karena. Because digunakan untuk menunjukkan penyebab sesuatu.
Contoh : ·  I eat a lot of pizza because I like it
   ·  I study English because I want a good job.

d.      But yang berarti tetapi.
Contoh:
·      Muh. Imran enjoys learning English, but he doesn’t enjoy playing football.
·      My shoes are old but comfortable.
e.       Yet yang berarti namun.
Contoh: Muh. Imran enjoys learning English, yet he doesn’t enjoy playing football.
f.       Or yang berarti ‘atau.’
Contoh:
·      Next month I will go to my hometown, or I may just stay in Makassar.
·      Next month I will go to my hometown or may just stay in Makassar.
g.      So yang berarti jadi/ oleh karena itu.
Contoh:
·      I have a dream to go abgroad, so I have to study English more.
·      I like all Italian food, so I like pizza.





EXAMPLE :
1.      I opened the door and looked out. 
2.      The family failed to travel to america and the father could not accept it. 
3.      I try to be a good son but no matter how hard I try. 
4.      You shouldn’t drive so fast. 
5.      She is very confuse to buy sugar in indomart or alfamart. 
6.      Dian didn’t go to work today because she’s feeling absolutely terrible. 
7.      Deny very sad because he did not get good grades. 
8.      The sun is warm, yet the air is cool. 
9.      Did you go out or stay at home? 
10.  I would like to come, but I do not have time.



REFERENSI :

Senin, 26 Maret 2012

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Direct and Indirect Speech, yang juga kita kenal dengan istilah lain yaitu Reported Speech. Direct Speect adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara dan jika ditulis kalimat tersebut akan diberi tanda kutip. Sedangkan Indirect Speech adalah kalimat yang kita laporkan kepada orang lain secara tidak langsung dan tanpa diberi koma.
Contoh:
Reporting verb: Tono says,
Reported words ”I’m very good at English”
Tense yang harus kita perhatikan dalam pola ini yaitu:
Direct Speech:
Simple Present Tense
Present Continuous Tense
Present Perfect Tense
Present Perfect Continuous Tense
Simple Past Tense
Simple Future Tense
Future Continouos Tense
Conditional
Indirect Speech:
Simple Past Tense
Past Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Perfect Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Future Tense/Conditional
Past Future Continuous Tense (Conditional Continuous)
Conditional
Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya,
Contoh :
He said, “The sun rises in the east” → He said that the sun rises in the east.
PERUBAHAN ADVERB OF TIME (KETERANGAN WAKTU) YANG PERLU DIPERHATIKAN:
Direct  :                                               Indirect :
Now                                        →        Then
Today                                      →        That day
Tonight                                    →        That night
This week                                →        That week
Yesterday                                →        The day before
The day before yesterday       →        Two days before
Last night                                →        The night before
Last week/year                        →        The previous week/year
A year ago                               →        A year before/The previous year
Three years ago                       →        Three years before
Tomorrow                               →        The next day/The following day
The day after tomorrow          →        In two day’s time/The following day
Next week/year                       →        The following week/year
On Sunday                              →        On Sunday
Here                                        →        There
This book                                →        The book
This                                         →        That
These                                       →        Those
Over there                               →        Over there
*etc.
PERUBAHAN-PERUBAHAN AUXILIARIES (KATA BANTU) YANG HARUS DIPERHATIKAN:
Can      →        Could
May     →        Might
Might  →        Might
Must    →        Would have to (kegiatan yang akan datang)/had to (keharusan yang biasa)
*etc.
Contoh:
The man said, “I must mend the wall next week”
The man said that he would have to mend the wall the following week.
Pria itu mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dinding minggu berikutnya.
The girl said, ” I must wash my hands before eating”
The girl said that she had to wash her hands before eating.
Gadis itu berkata bahwa dia harus mencuci tangannya sebelum makan.
*etc.
Direct and Indirect Speech ada 3 macam:
1. Statement (Pernyataan) yang menggunakan “that”
He said, “we will go to Singapore tomorrow”
He said that they would go to Singapore the next day.
Bob said, ” I’m a university student”
Bob said that he was a university student.

2. Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif.

He told me, “wait for me !”
He told me to wait for him.
She told me, “don’t cheat anymore !”
She told me not to cheat anymore.

3. Question (Pertanyaan) jika kalimat dari jenis “yes or no question”, maka bentuk laporannya menggunakan if atau whether.

Ina asked me, “Do you really love me?”
Ina asked me if/whether I really loved her.
Mixed type:
Contoh:
Anton asked me, “what’s happening to you ? You look so pale”
Anton asked me what was happening to me as I looked so pale.
Catatan: Past Tense kadang-kadang tidak berubah dalam percakapan.

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :
1.      D : She says to her friend, “ I have been reading “
I : She says to her friend that he has been reading
2.      D : He will say, “ The girl wasn’t ugly “
I : He will tell them that the girl wasn’t ugly
3.      D : Reza said, “ I’m very sleepy “
I : Reza said that he was very sleepy
4.      D : He has told you, “ I am writing “
I : He has told you that he is writing
5.      D : Mother said to her son, “ study hard “
I : Mothe advised her son to study hard
6.      D : My friend said to me, “ I don’t like football “
I : My friend said to me that he didn’t like football
7.      D : She said, “ I didn’t go to campus
I : She said that she hadn’t gone to campus this morning
8.      D : Rikza says, “ I have seen that movies “
I : Rikza says that she has seen that movies
9.      D : Mother asked her, “ Don’t go there alone “
I : Mother asked her not to go there alone
10.  D : Father asked robi, “ Don’t smoke too much “
I : Father asked robi not to smoke too much



Referensi:

Jack, Saharuddin Hasan. 2003. The Easiest Way of Comprehending English Grammar. Jakarta : Batavia Press
Djauhari, Imam D. 1996. Mastery on English Grammar. Surabaya : Indah Surabaya
http://irena040506.wordpress.com/2010/05/21/direct-and-indirect-speech/
 http://wantosakti.wordpress.com/category/ug-softskill/

ADVERBIAL CLAUSES


Adverbial Clause adalah anak kalimat yang menjelaskan tentang induk kalimatnya. Anak kalimat inilah yang disebut dengan Adverbial clause. Anak kalimat menjelaskan induk kalimatnya dengan terlebih dahulu didahului oleh kata sambung (conjunction) tertentu.
Cara membentuk Main Clause dan Adverbial Clause adalah sama. Main Clause dan Adverbial Clause masing-masing dibentuk dari sebuah subject dan predicate. Penempatan conjunction yang membedakan Main Clause dan Adverbial Clause ditulis atau diucapkan ditengah-tengah.

Subject + Predicate + Conjunction + Subject + Predicate
Kalimat yang digaris bawahi merupakan Adverbial Clause. Posisi dari Adverbial Clause bisa dipindah kedepan sesuai dengan kebermaknaan dari kalimatnya. Ada beberapa jenis Adverbial Clause, masing-masing dibedakan dari conjunctionnya, dengan arti lain, Adverbial Clause bisa dikenali dari conjunction dan begitu pula sebaliknya, kita tinggal memilih conjunction yang tepat sesuai dengan jenis Adverbial Clause nya.

Dibawah ini jenis-jenis Adverbial Clause beserta conjunctionnya:

1. Clause of Time
(when, before, after, since, while, as, as long as, until,til)
• While he was walking home, he saw an accident.
• By the time I arrive, Ryan will have left.
• You may begin when(ever) you are ready.

2. Clause of Place
(where, wherever, anywhere, everywhere)
• They sat down wherever they could find empty seats
• Where there is poverty, there we find discontent and unrest.

3. Clause of Contrast (or Concession)
(although, though, while)
• Jellyta wanted to stop, while I wanted to go on.
• Although it is late, we'll stay a little longer.

4. Clause of Manner
(as, like, the way)
• He did as I told him.
• They may beat us again, like they did in 1978.

5. Clause of Purpose and Result

(so..that)
•She bought a book so (that) she could learn English

6. Clause of Cause and Effect
(because, since, as)
• Because he was sleepy, he went to bed.
• Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.

7. Clause of Condition
(if, even if, unless)
If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
• She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.

8. purpose clauses
(in order to, so that, in order that)
•They went to the movie early (in order) to find the best seats.
•She bought a book so (that) she could learn English



EXAMPLE :
1.      Where do you eat this food ?
Answer : In steak 21
2.      Where does any breaktime ?
Answer : In canteen
3.      When do you go to cinema 21 ?
Answer : At 11 am
4.      When does vally course english
Answer : Every Monday
5.      How often does any watch movie ?
Answer : Rarely
6.      You didn’t look fine when I meet you this morning
7.      While father was washing his car, I was making up my bedroom
8.      After they returned the book to the library, they went home
9.      You can keep that note as long as you like
10.  Please call me as soon as you are at home

Referensi:
http://ryanferdiansyah.blogspot.com/2011/02/adverbial-clauses.html

Selasa, 10 Januari 2012

Manusia dan Harapan

Manusia dan Harapan

A. PENGERTIAN HARAPAN.

Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.

B. HARAPAN DAN CITA-CITA

Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.

C. SEBAB-SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN

Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

D. PENGERTIAN KEPERCAYAAN

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1. Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.

3. Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
5. Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.

E. KEBENARAN

Kebenaran sangat penting bagi manusia, karena memiliki arti khusus bagi hidupnya. Kebenaran merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Menurut Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” sebuah pengantar populer, ada 3 teori kebenaran, yaitu :
1. Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

2. Teori Korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

3. Teori Pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

STUDI KASUS :  
 Manusia mempunyai harapan dan kepercayaan masing-masing. Dengan adanya harapan manusia jadi mempunyai suatu arti hidup di dunia ini. Harapan setiap manusia pasti ingin menjadi sukses dan hidup bahagia. Untuk menjadi sukses n hidup bahagia setiap manusia mempunyai jalan yg berbeda untuk mencapai nya ada yg dengan jalan lurus dan juga ada yang dengan melalui jalan berbelok-belok. Hidup ini tak selama nya lurus seperti apa yang kita harapkan, ada saja liku-liku dalam kehidupan. Satu hal lagi, apabila kita mau mewujudkan harapan itu dengan kenyataan nya kita harus mempunyai rasa suatu kepercayaan di dalam hati kita karena itu salah satu dasar untuk kita mencapai sukses. 

OPINI :
Setiap manusia harus mempunyai sebuah harapan di dalam hidupnya karena kalau tidak ada harapan berarti sm saja orang itu telah mati dalam hidupnya. Harapan manusia itu semuanya sama yaitu mereka ingin menjadi sukses dan bahagia di dalam kehidupan nya. Untuk mencapai itu semua, manusia tidak bisa hanya cuma dengan omongan di mulut saja tapi harus di buktikan dengan perbuatan dan tindakan nya. Harus di dasari juga dengan rasa kepercayaan dari diri kita sendiri maupun orang lain. Dan harus percaya juga dengan kebesaran allah karena tanpa bantuan beliau usaha kita akan percuma maka dari itu kita harus terus berdoa dan mendekatkan diri kepadanya.


SUMBER :
http://gerryghost.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/
 

Manusia dan Kegelisahan

Manusia dan Kegelisahan


Setiap manusia memiliki rasa kekhawatiran yang berlebihan sehingga menyebabkan timbul rasa kegelisahan. Perasaan tersebut timbul akibat dari berbagai perasaan yang sedang kita rasakan di saat kondisi yang tidak baik. Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati dan perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupan sehari-hari. Kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun ketakutan definisi dapat disebutkan apabila seseorang mengalami frustasi karena hal yang diinginkan tidak tercapai. 
Tiga Macam Kecemasan Yang Menimpa Manusia.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
1. Kecemasan Objektif
Adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat bawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu di sekitar lingkungannya.     
2. Kecemasan Neorotis
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari hati naluri.Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi tiga macam yakni ; kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia) dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebagainya.
3. Kecemasan Moril 
Kecemasan ini disebabkan karena kepribadian seseorang. Tiap kepribadian masing-masing manusia memiliki bermacam-macam emosi antara lain isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa kwatir, cemas, takut gelisah dan putus asa. Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Cara mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir secara jernih dan sehat, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Sebab-Sebab Orang Gelisah.
1. Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran yang telah dilakukan.
2. Gelisah terhadap hasil kerja yang kurang memenuhi kepuasan spiritual.
3. Gelisah dan takut akan kehilangan harta dan jabatan.
4. Gelisah dan takut akan menghadapi masa depan yang kelam.

Studi Kasus :
Setiap manusia pasti akan dan pernah mengalami suatu kegelisahan yang berbeda-beda. Namun itulah kehidupan yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Rasa gelisah itu di sebabkan oleh suatu perbuatan kita yang tidak baik dan timbul suatu rasa takut akan di kemudian harinya nanti. Untuk mengatasi rasa takut n kegelisahan itu sendiri harus di niatin dulu dari diri kita sendiri, setelah itu harus dilakukan dengan perbuatan yang baik-baik dan terakhir kita harus berdoa kepada allah agar rasa itu bisa dihilangkan dari kehidupan kita.

OPINI :
Kegelisahan memang selalu ada pada diri kita masing-masing. Kegelisahan itu banyak macamnya, ada yang gelisah karena takut kehilangan harta dan jabatan, gelisah karena akan dosa-dosanya selama di dunia, gelisah karena takut menghadapi masa depan yang kelam dan masih banyak lg yang lainnya. Cara mengatasi rasa kegelisahan adalah dengan niat dari hati kita sendiri kalau kita mau melakukan hal itu, di buktikan dengan tindakan dan perbuatan yang akan kita lakukan, dan tak pula juga berdoa kepada allah agar kita di beri kemudahan untuk melakukannya.

Sumber : http://yahyaandri.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-kegelisahan.html
                http://abra139210.wordpress.com/2011/05/18/manusia-dan-kegelisahan/